KANGGOK'M TADAHN ?

Rabu, 12 April 2017

MKKS SMA Optimis Kota Mataram Raih Peringkat Tertinggi UN


Mataram- Pelaksanaan UN jenjang SMA sederajat dimulai hari ini. Hingga tiga hari kedepan, sekolah pelaksana UN akan disibukkan dengan persiapan untuk melaksanakan UN guna mendapat hasil yang baik dan maksimal.
Bagi sekolah yang melaksanakan UN, meski kini hasil UN bukan jadi penentu kelulusan siswa, namun gengsi dan nama baik sekolah jadi taruhannya. Sehingga persiapan harus dilakukan dengan matang. 

Bagi Kota Mataram yang merupakan ibu kota Provinsi NTB, target menjadi nomor satu tentunya sudah pasti. Bahkan klaim sebagai pusat dan barometer pendidikan di NTB menunjukkan betapa gengsi dalam tiap kali penyelenggaraan UN senantiasa dipertaruhkan. 

Ketua MKKS SMA Kota Mataram H. Abdul Khalik, S.Pd., mengaku optimis Kota Mataram tahun ini akan kembali menempati posisi puncak peraih hasil UN di NTB. Tentunya dibarengi dengan peningkatan kualitas sekolah-sekolah di Kota Mataram.

"Meski UN tidak jadi penentu kelulusan kami optimis hasil UN meningkat," terang Khalik.
Sementara jika melihat rangking UN di NTB tiap tahun, Kota Mataram senantiasa menduduki peringkat pertama dengan hasil UN tertinggi di NTB mengalahkan kabupaten kota lainnya. Hal sama juga diharapkan tahun ini. Di samping itu nilai un dapat meningkat dibanding tahun lalu dimana banyak siswa mendapat nilai di bawah 5,5.

Selain berharap hasil UN meningkat, MKKS berharap terjadi peningkatan pada indeks integritas sekolah berdasarkan hasil UN tersebut. Karena hasil UN tinggi tanpa dilaksanakan dengan berintegritas maka tidak berguna. Oleh sebab itu, nilai integritas jadi perhatian pihaknya pada semua sekolah anggota MKKS.

Untuk menjadi sekolah berintegritas tidak mudah. Di NTB saja sekolah yang mendapat predikat sekolah berintegritas belum banyak. Sehingga fokus perhatian juga pada upaya menjadikan sekolah berintegritas.
Integritas tinggi, mencerminkan murni pencapaian belajar. Sebaliknya, jika integritasnya  rendah, berarti masih adanya kecurangan saat UN misalnya terjadi kunci jawaban beredar yang salah atau palsu saat UN berlangsung. ()

Tidak ada komentar: