Mataram- Pelaksanaan UN jenjang SMA sederajat dimulai hari ini.
Hingga tiga hari kedepan, sekolah pelaksana UN akan disibukkan dengan
persiapan untuk melaksanakan UN guna mendapat hasil yang baik dan
maksimal.
Bagi sekolah yang melaksanakan UN, meski kini hasil UN
bukan jadi penentu kelulusan siswa, namun gengsi dan nama baik sekolah
jadi taruhannya. Sehingga persiapan harus dilakukan dengan matang.
Bagi Kota Mataram yang merupakan ibu kota Provinsi NTB,
target menjadi nomor satu tentunya sudah pasti. Bahkan klaim sebagai
pusat dan barometer pendidikan di NTB menunjukkan betapa gengsi dalam
tiap kali penyelenggaraan UN senantiasa dipertaruhkan.
Ketua MKKS SMA Kota Mataram H. Abdul Khalik, S.Pd., mengaku
optimis Kota Mataram tahun ini akan kembali menempati posisi puncak
peraih hasil UN di NTB. Tentunya dibarengi dengan peningkatan kualitas
sekolah-sekolah di Kota Mataram.
"Meski UN tidak jadi penentu kelulusan kami optimis hasil UN meningkat," terang Khalik.
Sementara jika melihat rangking UN di NTB tiap tahun, Kota
Mataram senantiasa menduduki peringkat pertama dengan hasil UN tertinggi
di NTB mengalahkan kabupaten kota lainnya. Hal sama juga diharapkan
tahun ini. Di samping itu nilai un dapat meningkat dibanding tahun lalu
dimana banyak siswa mendapat nilai di bawah 5,5.
Selain berharap hasil UN meningkat, MKKS berharap terjadi
peningkatan pada indeks integritas sekolah berdasarkan hasil UN
tersebut. Karena hasil UN tinggi tanpa dilaksanakan dengan berintegritas
maka tidak berguna. Oleh sebab itu, nilai integritas jadi perhatian
pihaknya pada semua sekolah anggota MKKS.
Untuk menjadi sekolah berintegritas tidak mudah. Di NTB
saja sekolah yang mendapat predikat sekolah berintegritas belum banyak.
Sehingga fokus perhatian juga pada upaya menjadikan sekolah
berintegritas.
Integritas tinggi, mencerminkan murni pencapaian belajar.
Sebaliknya, jika integritasnya rendah, berarti masih adanya kecurangan
saat UN misalnya terjadi kunci jawaban beredar yang salah atau palsu
saat UN berlangsung. ()
Tidak ada komentar:
Posting Komentar