Mataram (Suara NTB)
Jika tidak ada aral melintang,
pertengahan bulan November mendatang, Dewan Pendidikan Kota Mataram (DPKM)
berencana melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah Negara tetangga seperti
Singapura dan Malaysia serta beberapa daerah di indonesia. Kunjungan kerja tersebut
bertujuan agar DPKM mendapatkan berbagai informasi seputar cara pengelolaan
pendidikan di Negara tetangga. Selain itu, kunjungan kerja ini untuk
mempelajari cara pengelolaan CSR perusahaan-perusahaan yang diperuntukkan bagi
dunia pendidikan.
Hal itu seperti yang disampaikan
oleh ketua Dewan Pendidikan Kota Mataram (DPKM) H. Adnan Muhsin, S.Si ditemui
di ruangannya Jum’at pagi (20/9). Menurutnya, rencana kunjungan kerja ini sudah
jauh-jauh hari direncanakan, bahkan rencana ini sudah kami sampaikan ke
legislatif. Rencananya, kami berangkat tanggal 11 Nopember nanti, tujuan
pertama kami ialah Dewan Pendidikan Kota Batam. “kami sudah merencanakan untuk
kunjungan kerja di Dewan Pendidikan Kota Batam, segala urusan administrasi ke
mereka sudah dilayangkan”. Di sana ungkapnya, selain akan diterima oleh Dewan
Pendidikan Kota Batam juga akan diterima oleh semua komite sekolah yang ada di
Kota Batam. Selain itu, kami juga dijadwalkan akan berkunjung ke beberapa
sekolah di Batam untuk melihat kondisi pendidikan mereka, itu semua diatur oleh
mereka”
Dipilihnya kota Batam sebagai
daerah kunjungan kerja menurutnya karena Kota Batam sudah sangat terkenal dengan
sistem bagaimana cara menggalang dana masyarakat dari CSR perusahaan yang ada
di sana. “Di sana program CSR perusahaan untuk dunia pendidikan sangat besar,
mereka mempunyai program kerja inovatif yang bernama SABAS (Semua Aktif Bantu
Sekolah) yang selalu dijadikan rujukan pada saat pertemuan-pertemuan tingkat
nasional. itu yang akan kami pelajari, bagaimana kiat dan caranya”. Padahal
menurutnya, kita di sini pusatnya perusahaan, tetapi kepedulian terhadap
pendidikan mereka (perusahaan) sangat kurang. Selain itu, di Batam juga para
pimpinan perusahaannya ikut berperan aktif memberikan pendidikan terhadap siswa-siswa
SMK serta memagangkannya di perusahaan mereka.
Setelah dari Batam, tanggal 12 Nopember rencananya rombongan DPKM
langsung ke Singapura bertemu dengan
Dewan Pendidikan Singapura (KOMPAS) dan pada 13 Nopember bertolak ke negeri
jiran Malaysia.
Kunker ini menurutnya sesuai
dengan tugas DPKM seperti untuk mengkoordinasi dan memberikan informasi terkait
dengan data-data siswa seperti data miskin misalnya yang berhak mendapatkan
bantuan. Hal itu dulu pernah kami lakukan seperti dengan PLN. “dulu kami pernah
persentasikan itu, meskipun ada bantuannya tetapi dalam penyalurannya banyak
yang tidak tepat sasaran dan belum maksimal dilakukan.
Adapun yang akan ikut dalam
rombongan kunjungan kerja sejauh ini sekitar 30 orang yang telah mengkonfirmasi
keikutsertaan mereka meskipun belum sepenuhnya fiks, termasuk 10 orang pengurus
Dewan Pendidikan Kota Mataram. Selain itu, Dewan Pendidikan kabupaten/kota di
NTB juga banyak yang tertarik untuk ikut, beberapa komite sekolah dan kepala
sekolah. Selain itu, beberapa pejabat lingkup pemkot Mtaram dijadwalkan akan
ikut serta mendampingi DPKM seperti pak Sekda dan beberapa pimpinan anggota
dewan juga akan ikut, terangnya.
Adapun anggaran untuk kunjungan
kerja DPKM sendiri akan dibahas melalui APBD Perubahan, “kemarin pada saat
melakukan rapat dengar pendapat dengan komisi III DPRD Kota Mataram, dewan
memberikan sinyal positif dan dukungannya untuk kunjungan ini, bahkan kita akan
pergi sama-sama, karena menurutnya, DPKM selama ini tidak pernah melakukan
kunjungan kerja ke luar. Dirinya mengaku selama 10 tahun menjabat sebagai ketua
DPKM, baru satu kali kunker ke Jakarta Barat. Sementara mereka yang dari luar
sering berkunjung ke sini, tetapi kita tidak pernah mengunjungi mereke.
Sehingga rencana Kunker ini bisa menjadi salah satu media untuk menjaga
silaturahmi pungkasnya. (dys)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar