KANGGOK'M TADAHN ?

Sabtu, 21 September 2013

Kapolres Loteng, Siaga Ancaman Kriminalitas


Praya (Suara NTB)
Untuk mengantisipasi berbagai potensi rawannya pencurian motor (curanmor) dan berbagai tindakan kriminal lainnya di wilayah hukum Lombok Tengah, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Supriadi ditemui Suara NTB di ruangannya kemarin (31/8) menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah dan upaya untuk mengantisipasi berbagai bentuk tindakan kriminal di Lombok Tengah . Di antaranya ialah langkah-langkah preemptif, preventif, dan represif.
Dijelaskannya, Preemtif itu yaitu kami melakukan himbauan kepada masyarakat baik secara langsung (lewat lisan). “kita himbau supaya masyarakat hati-hati menjaga dan memarkir kendaraannya, dihimbau supaya menggunakan kunci ganda”. Dan itu telah kami lakukan mulai dari menempel stiker-stiker (berisi himbauan) di tempat-tempat strategis, dan keramaian. Selain stiker kemudian spanduk-spanduk juga kita pasang, anda bisa lihat. Selain itu, anggota kantibmas kami selalu mengingatkan kepada masyarakat supaya lebih hati-hati terhadap kendaraan bermotornya supaya parkir di tempat yang aman.
Kemudian secara preventif kami lakukan pencegahan-pencegahan dengan berpatroli pada jam-jam rawan kemudian di tempat-tempat rawan. Kita selalu patroli baik siang maupun malam. Dan represif dari setiap laporan-laporan yang masuk ke kita, kami lakukan penyelidikan dan penanganan secara prosedur.
Disinggung mengenai banyaknya pencuriian kendaraan yang meminta tebusan, dirinya menilai di sini ada modus-modus operandi seperti yang ditebus-tebus itu. Tidak hanya itu, warga Yang melakukan penebusan juga salah, yang jelas mereka itu berarti kelompoknya maling. Pihaknya berharap, supaya kalau ada yang minta tebusan untuk segera melapor ke pihak kepolisian. “Itu kan maunya mereka (maling), apa kita mau ikut mereka atau ikut aturan. Jika mau ikut aturan, ya melaporkan saja bahwa ada kehilangan. Ada informasi sekecil apapun disampaikan kepada petugas nanti petugas akan melakukan penyelidikan”, ungkapnya.
Selain itu, bentuk refresif lainnya ialah menerjunkan buser dari sebelumnya berjumlah 7 orang kini ditambah menjadi 24 orang buser, “Kita sudah bagi perwilayah (perkring) untuk mengamankan seluruh wilayah di Lombok Tengah. (dys)


Tidak ada komentar: