Praya (Suara NTB)
Untuk mengantisipasi berbagai
potensi rawannya pencurian motor (curanmor) dan berbagai tindakan kriminal
lainnya di wilayah hukum Lombok Tengah, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Supriadi
ditemui Suara NTB di ruangannya
kemarin (31/8) menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah dan
upaya untuk mengantisipasi berbagai bentuk tindakan kriminal di Lombok Tengah .
Di antaranya ialah langkah-langkah preemptif, preventif, dan represif.
Dijelaskannya, Preemtif itu yaitu
kami melakukan himbauan kepada masyarakat baik secara langsung (lewat lisan). “kita
himbau supaya masyarakat hati-hati menjaga dan memarkir kendaraannya, dihimbau
supaya menggunakan kunci ganda”. Dan itu telah kami lakukan mulai dari menempel
stiker-stiker (berisi himbauan) di tempat-tempat strategis, dan keramaian. Selain
stiker kemudian spanduk-spanduk juga kita pasang, anda bisa lihat. Selain itu, anggota
kantibmas kami selalu mengingatkan kepada masyarakat supaya lebih hati-hati
terhadap kendaraan bermotornya supaya parkir di tempat yang aman.
Kemudian secara preventif kami
lakukan pencegahan-pencegahan dengan berpatroli pada jam-jam rawan kemudian di
tempat-tempat rawan. Kita selalu patroli baik siang maupun malam. Dan represif
dari setiap laporan-laporan yang masuk ke kita, kami lakukan penyelidikan dan
penanganan secara prosedur.
Disinggung mengenai banyaknya
pencuriian kendaraan yang meminta tebusan, dirinya menilai di sini ada
modus-modus operandi seperti yang ditebus-tebus itu. Tidak hanya itu, warga Yang
melakukan penebusan juga salah, yang jelas mereka itu berarti kelompoknya
maling. Pihaknya berharap, supaya kalau ada yang minta tebusan untuk segera
melapor ke pihak kepolisian. “Itu kan maunya mereka (maling), apa kita mau ikut
mereka atau ikut aturan. Jika mau ikut aturan, ya melaporkan saja bahwa ada
kehilangan. Ada informasi sekecil apapun disampaikan kepada petugas nanti
petugas akan melakukan penyelidikan”, ungkapnya.
Selain itu, bentuk refresif
lainnya ialah menerjunkan buser dari sebelumnya berjumlah 7 orang kini ditambah
menjadi 24 orang buser, “Kita sudah bagi perwilayah (perkring) untuk
mengamankan seluruh wilayah di Lombok Tengah. (dys)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar