KANGGOK'M TADAHN ?

Sabtu, 21 September 2013

Kurangi pengangguran, SMK 4 Bentuk Community College


Mataram (Suara NTB)
Semakin bertambah luasnya lapangan pekerjaan, membuat kemampuan pekerja lifeskill  di berbagai bidang semakin dituntut. Hal itulah yang mengilhami SMK 4 Mataram membuat Community College salah satu program pelatihan untuk peningkatan lifeskill bagi para pelajar putus sekolah yang belum mendapatkan pekerjaan. “ini merupakan program untuk membantu masyarakat, yaitu sebuah program unggulan mengingat SMK 4 yang saat ini mempunyai berbagai fasilitas pendukung yang cukup lengkap sehingga kami memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk memanfaatkannya, atas dasar itulah kami membentuk Community college” ungkap kepala sekolah SMK 4 Mataram, H. Istiqlal, S.Pd, MM, ditemui di ruangannya Rabu siang (11/9).
Lebih lanjut H. Istiqlal, S.Pd, MM, menyampaikan bahwa dengan adanya program seperti ini, diharapkan bisa mengurangi penganguran di kalangan remaja. “Kami berharap nanti untuk remaja yang putus sekolah terutama yang tamat SMA sederajat kalau mereka belum punya pekerjaan,  mereka di training disini dulu selama enam bulan. Begitu kita training disini selama enam bulan, kemudian kita akan kirim mereka untuk magang di Malaysia karena kita punya mitra di situ. Selama mereka magang, mereka akan menerima gaji dari pemerintah Malaysia selain yang terpenting tentunya ialah mereka akan mendapatkan pengalaman, akunya.
Dikatakannya, uang pendaftaran untuk masuk mengikuti training dan sekaligus proses pemagangan di Malaysia termasuk tiketnya, serta lengkap dengan faslitas lainnya, peserta hanya cukup membayar 2 juta, namun sampai sekarang pendaftar belum banyak, sehingga belum memenuhi target peserta sejumlah 100 orang. “Cuma sampai sejauh ini, pendaftarnya masih belum banyak sehingga kami masih mengharapkan kalau masih ada yang mau mendaftarkan diri silahkan daftar”, tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, Community College mempunyai dua tahapan, setelah para peserta mendaftar, peserta akan mendapatkan training selama enam bulan di SMK 4, materi training yang akan diberikan selama magang ini akan disesuaikan dengan jumlah jurusan yang ada di SMK 4 seperti materi perhotelan, restoran, perbengkelan, busana dan tata boga dan lainnya. Pelatihan akan diberikan pada setiap sore dan malam hari. Baru setelah enam bulan training, kemudaian akan dimagangkan ke Malaysia, tentunya sesuai dengan bakat dan keahlian setelah mengikuti training tersebut.
Di tempat terpisah, Wasekjen APJATI NTB, Muhammad Syarki menyambut baik niatan SMK 4 yang membuat program untuk peningkatan lifeskill para pelajar yang putus sekolah dan sebelum memberikan pemagangan ke luar negeri. “Apjati NTB memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan oleh SMK 4 terkait dengan pemberian kecakapan keterampilan ini”, tetapi ia mengharapkan agar pelatihan ini tidak hanya berkonsentrasi pada pelajar yang putus sekolah, namun bisa dimanfaatkan juga oleh masyarakat yang lebih luas lagi yaitu dengan cara menggandeng perusahan-perusahaan tenaga kerja agar memberikan pelatihan yang serupa terhadap calon TKI yang mereka mau berangkatkan. Sehingga para calon TKI mempunyai keterampilan memadai sebelum mereka berangkat ke luar negeri. “mereka sebaiknya bermitra dan membangun kerjasama dengan PJTKI, silahkan programnya itu ditawarkan ke PJTKI untuk pembinaan para calon TKI” tuturnya.

Lebih lanjut Muhammad Syarki menjelaskan bahwa banyak keuntungan yang diperoleh oleh TKI yang memiliki lifeskill memadai di antaranya ialah mereka mendapat perlakuan yang berbeda, mulai dari gaji hingga servis mereka di tempat kerja. Keuntungan lainnya ialah memudahkan agen-agen yang ada di luar negeri untuk memverifikasi guna penempatan TKI yang memiliki Lifeskill tertentu. Dirinya juga mengharapkan apa yang dilakukan oleh SMK 4 tersebut dapat ditiru oleh agen-agen pemberangkatan TKI untuk memberikan pelatihan kepada calon TKI sesuai dengan keterampilan mereka masing-masing. (dys)









Tidak ada komentar: