KANGGOK'M TADAHN ?

Sabtu, 21 September 2013

Tingkatkan kualitas pendidikan, Perbanyak kerjasama dengan Luar negeri


Mataram (Suara NTB)
Berbagai bentuk program untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas tenaga pendidik dan siswa terus dilakukan oleh SMK 4 Mataram. Setelah sebelumnya bekerjasama dengan Belanda, kali ini giliran Australia yang mendapat kesempatan untuk bekerjasama. Hal itu disampaikan oleh kepala sekolah SMK 4 Mataram H. Istiqlal, S.Pd, MM, Rabu siang (11/9). “Kita sedang merancang kerjasama dengan Departemen Pendidikan Australia untuk pertukaran guru dan pelajar, jadi untuk pertukaran guru dan pelajar itu nanti bisa sampai enam bulan. Artinya kalau gurunya yang dari Australia ngajar bahasa inggris, nanti di sini mereka juga akan ngajar bahasa inggris, begitu juga dengan guru kita yang ngajar bahasa Indonesia, di sana nantinya juga akan mengajarkan bahasa Indonesia”. Selain itu tuturnya, guru-guru kita juga nantinya akan memberikan pelajaran mengenai kebudayaan dan kesenian kepada mereka, sedangkan mereka, selain mengajari bahasa Inggris juga akan memberikan pengajaran mengenai tekhnologi”
Meski masih dalam bentuk rancangan, namun pihaknya optimis kerjasama ini bisa terlaksana dengan baik, tinggal menunggu dukungan dari pemerintah. “Kita sedang merancang program tersebut dan kita sedang membuatkan laporan kepada kepala Dikpora Kota Mataram untuk memberikan inisiatif baru kita mulai terangnya. Dijelaskannya bahwa Kerjasama ini dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas dan kapabilitas peserta didik dan juga guru. “Dengan mereka melakukan go internasional tersebut, tentunya pasti akan membawa manfaat bagi SMK 4 sendiri”. Namun tentunya, mereka yang akan diberangkatkan ke Australia harus mengikuti tes terlebih dahulu. Semuanya diberikan kesempatan yang sama kepada seluruh guru dan siswa, tidak ada anak emas, atau karena kedekatan dengan kepala sekolah seperti yang pernah kita lakukan dulu pada saat manjalin kerjasama dengan Belanda. “pernah kita kirim siswa 3 orang dan guru 1 orang dengan proses seleksi terlebih dahulu”, terangnya.
Sebelumnya, SMK 4 pernah bekerjasama dengan pemerintah Belanda, tetapi karena Belanda itu agak jauh dan ongkosnya lumayan mahal makanya dihentikan dan beralih ke Australia karena dinilainya lebih prospek. Karena harga tiket untuk ke Australia tidak terlalu mahal makanya bisa kita tanggung sendiri, sedangkan untuk urusan adminstrasi, dan logistik lainnya urusan pemerintah Australia nantinya di sana, begitu juga dengan mereka ketika sudah berada di sini menjadi tanggung jawab kami, akunya. (dys)


Tidak ada komentar: