KANGGOK'M TADAHN ?

Sabtu, 21 September 2013

‘Pasar Kaget’ di Musim Haji


Mataram (Suara NTB)
Sudah menjadi pemandangan biasa ketika musim haji tiba, puluhan pedagang berjualan di seputar area Asrama Haji jalan lingkar selatan kota Mataram. Tenda-tenda pun didirikan oleh para pedagang tatkala pemerintah mulai melepas keberangkatan calon jemaah haji. Momentum itu benar-benar dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjajakkan aneka macam barang jualannya, lengkap mulai dari makanan, minuman, pakaian, mainan anak-anak dan lain sebagainya. Momentum pelaksanaan haji yang digelar setiap tahunnya ini tidak hanya menginspirasi banyak para pedagang kecil untuk mendirikan ‘pasar kaget’ guna menambah pendapatan mereka, tetapi secara tidak sadar juga membantu para pengantar calon jemaah haji yang merasa terbantu dengan kehadiran ‘pasar kaget’ yang dinilainya sangat menghibur ini. Bayangkan saja, tradisi para pengantar calon jemaah haji kita di Lombok yang datang berame-rame dengan membawa lengkap sanak keluarga mereka, sudah pasti akan membuat mereka menunggu lama hingga berjam-jam bahkan ada di antara mereka yang menginap seraya menunggu keberangkatan keluarga mereka ke tanah suci. Kondisi ini tentu membuat mereka merasa penat, sehingga kehadiran para pedagang yang turut memeriahkan pelaksanaan pemberangkatan calon jemaah haji ini bisa menjadi salah satu alternatif hiburan bagi para pengantar calon jemaah haji. Hal itu karena barang-barang yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan para pengunjung.
Seperti yang dituturkan oleh Hamidah salah seorang penjual nasi asal desa Perempuan Lombok Barat Selasa siang (10/9). Dirinya mengaku setiap tahunnya berjualan di sekitar asrama haji pada saat momentum pelaksanaan ibadah haji tiba. Hal itu mengingat para pengunjung asrama haji (pengantar, red) selalu rame mengantar keluarga mereka, baik siang maupun malam. Dirinya pun mengaku kadang harus tidur ditenda yang dibuat seadanya dari terpal. Namun begitu, ia merasa senang karena barang jualannya banyak yang laku, “ada untuk biaya anak yang saat ini bersekolah STM”, ungkapnya. Selain itu, Hamidah juga menceritakan kalau dirinya berjualan kadang harus bergantian dengan anak-anaknya sepulang sekolah. Meski begitu, ia merasa bersyukur meskipun dirinya hanya sebagai pedagang musiman di area asrama haji, ia mengaku memperoleh untung banyak dari hasil jualan nasinya, meskipun kadang para pengantar calon jemaah haji membawa bekal dari rumah sendiri, tetapi ada saja yang membeli nasi, akunya.

Berebeda dengan Hamidah, cerita lain diungkapkan oleh inak Ida, perempuan baruh baya ini mengaku kalau para pengunjung (pengantar, red) musim haji tahun ini tidak serame seperti tahun-tahun  sebelumnya. Hal itu dikatakannya disebabkan oleh perpindahan bandara dari Selaparang ke BIL, para pengantar calon jemaah haji tuturnya, lebih memilih mengantar langsung sanak keluarganya ke bandara tanpa ikut ke asrama haji, jadi ramainya di sana (bandara). Tetapi penjual minuman ini juga berharap, masih sepinya para pengunjung di asrama haji, karena ini hari pertama pemberangkatan jemaah, jadi mungkin ramenya besok-besok akunya. (dys)

Tidak ada komentar: