Mataram (Suara NTB)
Sudah menjadi pemandangan biasa
ketika musim haji tiba, puluhan pedagang berjualan di seputar area Asrama Haji jalan
lingkar selatan kota Mataram. Tenda-tenda pun didirikan oleh para pedagang
tatkala pemerintah mulai melepas keberangkatan calon jemaah haji. Momentum itu
benar-benar dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjajakkan aneka macam
barang jualannya, lengkap mulai dari makanan, minuman, pakaian, mainan
anak-anak dan lain sebagainya. Momentum pelaksanaan haji yang digelar setiap
tahunnya ini tidak hanya menginspirasi banyak para pedagang kecil untuk
mendirikan ‘pasar kaget’ guna menambah pendapatan mereka, tetapi secara tidak
sadar juga membantu para pengantar calon jemaah haji yang merasa terbantu
dengan kehadiran ‘pasar kaget’ yang dinilainya sangat menghibur ini. Bayangkan saja,
tradisi para pengantar calon jemaah haji kita di Lombok yang datang berame-rame
dengan membawa lengkap sanak keluarga mereka, sudah pasti akan membuat mereka
menunggu lama hingga berjam-jam bahkan ada di antara mereka yang menginap
seraya menunggu keberangkatan keluarga mereka ke tanah suci. Kondisi ini tentu
membuat mereka merasa penat, sehingga kehadiran para pedagang yang turut
memeriahkan pelaksanaan pemberangkatan calon jemaah haji ini bisa menjadi salah
satu alternatif hiburan bagi para pengantar calon jemaah haji. Hal itu karena
barang-barang yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan para pengunjung.
Seperti yang dituturkan oleh Hamidah
salah seorang penjual nasi asal desa Perempuan Lombok Barat Selasa siang (10/9).
Dirinya mengaku setiap tahunnya berjualan di sekitar asrama haji pada saat
momentum pelaksanaan ibadah haji tiba. Hal itu mengingat para pengunjung asrama
haji (pengantar, red) selalu rame mengantar keluarga mereka, baik siang maupun
malam. Dirinya pun mengaku kadang harus tidur ditenda yang dibuat seadanya dari
terpal. Namun begitu, ia merasa senang karena barang jualannya banyak yang
laku, “ada untuk biaya anak yang saat ini bersekolah STM”, ungkapnya. Selain
itu, Hamidah juga menceritakan kalau dirinya berjualan kadang harus bergantian
dengan anak-anaknya sepulang sekolah. Meski begitu, ia merasa bersyukur
meskipun dirinya hanya sebagai pedagang musiman di area asrama haji, ia mengaku
memperoleh untung banyak dari hasil jualan nasinya, meskipun kadang para
pengantar calon jemaah haji membawa bekal dari rumah sendiri, tetapi ada saja
yang membeli nasi, akunya.
Berebeda dengan Hamidah, cerita
lain diungkapkan oleh inak Ida, perempuan baruh baya ini mengaku kalau para
pengunjung (pengantar, red) musim
haji tahun ini tidak serame seperti tahun-tahun
sebelumnya. Hal itu dikatakannya disebabkan oleh perpindahan bandara dari
Selaparang ke BIL, para pengantar calon jemaah haji tuturnya, lebih memilih
mengantar langsung sanak keluarganya ke bandara tanpa ikut ke asrama haji, jadi
ramainya di sana (bandara). Tetapi penjual minuman ini juga berharap, masih
sepinya para pengunjung di asrama haji, karena ini hari pertama pemberangkatan
jemaah, jadi mungkin ramenya besok-besok akunya. (dys)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar