KANGGOK'M TADAHN ?

Sabtu, 21 Desember 2013

Calo CPNS Diduga Libatkan Internal Pejabat


Meski pemerintah kerap menghimbau agar para peserta CPNS 2013 tidak tergiur oleh janji para calo yang menjanjikan kelulusan bagi para peserta CPNS setelah mereka membayar sejumlah uang, namun ternyata di beberapa tempat, himbaun tersebut tidak berlaku bagi para calo. Pasalnya, dari beberapa sumber yang dihimpun oleh Suara NTB, sistem percaloan masih saja terjadi. Dugaan kuat yang mengarah pada masih terjadinya sistem percaloan pada proses rekrutmen CPNS semakin kuat setelah pemerintah mengundur waktu pelaksanaan pengumuman hasil tes CPNS yaitu dari jadwal semula tanggal 4 Desember menjadi tanggal 14 Desember. Disinyalir, pada jeda waktu pengunduran tersebutlah, transaksi jual beli nomor dilakukan oleh para calo yang diduga juga melibatkan internal pejabat pemerintahan.
Pengakuan mengejutkan datang dari salah seorang guru honorer berinisial AH yang mengajar di salah satu Sekolah Dasar (SD) di kawasan Sekarbela, kota Mataram. AH mengaku, sempat dimintai sejumlah uang oleh salah seorang oknum pejabat pensiunan dengan iming-iming akan diluluskan pada seleksi penerimaan CPNS tahun 2013 ini. AH yang ikut tes CPNS melalaui jalur K2 ini mengaku kaget mendengar tawaran dari salah seorang pejabat yang sudah pensiun tersebut.
“beberapa waktu lalu saya sempat dimintai sejumlah uang 35 juta oleh salah seorang pejabat pensiunan, dirinya berjanji bisa meluluskan kalau menyerahkan uang 35 juta tersebut. Namun saya tidak mau tergiur dengan rayuan itu, karena dalam agama perbuatan tersebut kan masuk kategori sogok menyogok” tuturnya.
AH yang sudah mengikuti tes CPNS sejak 2002 silam ini juga mengaku selain dirinya, pengalaman serupa juga dialami oleh beberapa orang temannya. “cukup prihatin masih ada calo yang bermain meski pemerintah selalu bilang pelaksanaan tes akan dilaksanakan secara objektif” terang honorer yang sudah belasan tahun mengabdi ini. (dys)



Tidak ada komentar: