Meski pemerintah kerap menghimbau
agar para peserta CPNS 2013 tidak tergiur oleh janji para calo yang menjanjikan
kelulusan bagi para peserta CPNS setelah mereka membayar sejumlah uang, namun
ternyata di beberapa tempat, himbaun tersebut tidak berlaku bagi para calo.
Pasalnya, dari beberapa sumber yang dihimpun oleh Suara NTB, sistem percaloan masih saja terjadi. Dugaan kuat yang
mengarah pada masih terjadinya sistem percaloan pada proses rekrutmen CPNS
semakin kuat setelah pemerintah mengundur waktu pelaksanaan pengumuman hasil
tes CPNS yaitu dari jadwal semula tanggal 4 Desember menjadi tanggal 14 Desember.
Disinyalir, pada jeda waktu pengunduran tersebutlah, transaksi jual beli nomor
dilakukan oleh para calo yang diduga juga melibatkan internal pejabat
pemerintahan.
Pengakuan mengejutkan datang dari
salah seorang guru honorer berinisial AH yang mengajar di salah satu Sekolah
Dasar (SD) di kawasan Sekarbela, kota Mataram. AH mengaku, sempat dimintai
sejumlah uang oleh salah seorang oknum pejabat pensiunan dengan iming-iming
akan diluluskan pada seleksi penerimaan CPNS tahun 2013 ini. AH yang ikut tes CPNS
melalaui jalur K2 ini mengaku kaget mendengar tawaran dari salah seorang
pejabat yang sudah pensiun tersebut.
“beberapa waktu lalu saya sempat
dimintai sejumlah uang 35 juta oleh salah seorang pejabat pensiunan, dirinya
berjanji bisa meluluskan kalau menyerahkan uang 35 juta tersebut. Namun saya
tidak mau tergiur dengan rayuan itu, karena dalam agama perbuatan tersebut kan masuk kategori sogok menyogok”
tuturnya.
AH yang sudah mengikuti tes CPNS
sejak 2002 silam ini juga mengaku selain dirinya, pengalaman serupa juga
dialami oleh beberapa orang temannya. “cukup prihatin masih ada calo yang
bermain meski pemerintah selalu bilang pelaksanaan tes akan dilaksanakan secara
objektif” terang honorer yang sudah belasan tahun mengabdi ini. (dys)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar