Meski tidak mendapat dukungan
dari pihak kampus, tiga mahasiswi Universitas Mataram tetap berangkat untuk
mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) 2013 di Universitas
Jenderal Sudirman, Purwokerto, Jawa Tengah dengan menggunakan uang pribadi dan
urunan beberapa orang dosen. Setelah sebelumnya, proposal permohonan bantuan
dana yang diajukan ke pihak kampus oleh ketiga mahasiswi tersebut ditolak pihak
kampus dengan alasan sudah tidak mempunyai lagi anggaran. Sehingga praktis,
uang pribadi dan uang hasil urunan beberapa dosen pun digunakan sebagai biaya
keberangkatan mereka. Sebelumnya, ketiga mahasiswi tersebut dinyatakan lulus
masuk 15 besar dalam seleksi LKTIN 2013 dan mendapatkan kesempatan untuk
mempresentasikan hasil karya tulis ilmiah mereka dihadapan panitia
penyelenggara.
Meskipun berangkat dalam kondisi yang
cukup memperihatinkan tanpa dukungan pihak kampus, ketiga mahasiswi yang
berasal dari tiga fakultas masing-masing Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(FKIP), Fakultas Pendidikan Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dan
Fakultas Tekhnik (FT) tersebut mengaku optimistis dapat membawa nama baik Unram
dikancah nasional. Hal itu mengingat LKTIN 2013 diikuti oleh seluruh
universitas se-Indonesia. Sehingga demikian, selain untuk membuktikan kualitas
mahasiswi-mahasiswi Unram dalam bidang akademik juga sebagai ajang promosi bagi
Unram. Pasalnya, judul karya tulis ilmiah yang akan mereka persentasikan
mengangkat citra Unram sebagai salah satu universitas kelas dunia (world class
civiv university).
“dalam pemberitahuan yang kami
terima lewat email, kami menjadi salah satu peserta yang masuk dalam 15 besar.
Sehingga diundang untuk mempersentasikan hasil karya tulis ilmiah” terang ketua
Tim Sri Hastuti kepada Suara NTB
beberapa waktu lalu. Namun Tuti panggilan akrabnya menyayangkan sikap kampus
yang tidak memberikan respon apa-apa. Padahal, kepergian ketiganya ialah untuk
memperkenalkan Unram sebagai salah satu universitas kelas dunia dihadapan
ratusan mahasiswa peserta dari seluruh Indonesia. “Proposal sudah kami ajukan,
namun itu pun ditolak dengan alasan sudah tidak ada lagi anggaran” terangnya. Meski
menghadapai kondisi demikian, dirinya dan kedua rekannya mengaku senang masiha
ada yang peduli terhadap mereka. “Beberapa orang dosen urunan mengumpulkan uang
untuk keberangkatan kami, selain tentunya kami bertiga menggunakan uang sendiri
untuk berbagai keperluan selama keberangkatan”.
Sebelumnya, dikonfirmasi Suara NTB, Pembantu Rektor I Unram,
Prof. Dr. Lalu Wirasapta Karyadi, mengaku akan segera melakukan koordinasi
dengan Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan dan berupaya untuk membantu
ketiga mahasiswi tersebut. (dys)
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar