KANGGOK'M TADAHN ?

Sabtu, 21 Desember 2013

Kurang Dukungan, Tiga Mahasiswi Unram Ikuti LKTIN 2013 Gunakan Uang Sendiri


Meski tidak mendapat dukungan dari pihak kampus, tiga mahasiswi Universitas Mataram tetap berangkat untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) 2013 di Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto, Jawa Tengah dengan menggunakan uang pribadi dan urunan beberapa orang dosen. Setelah sebelumnya, proposal permohonan bantuan dana yang diajukan ke pihak kampus oleh ketiga mahasiswi tersebut ditolak pihak kampus dengan alasan sudah tidak mempunyai lagi anggaran. Sehingga praktis, uang pribadi dan uang hasil urunan beberapa dosen pun digunakan sebagai biaya keberangkatan mereka. Sebelumnya, ketiga mahasiswi tersebut dinyatakan lulus masuk 15 besar dalam seleksi LKTIN 2013 dan mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya tulis ilmiah mereka dihadapan panitia penyelenggara.
Meskipun berangkat dalam kondisi yang cukup memperihatinkan tanpa dukungan pihak kampus, ketiga mahasiswi yang berasal dari tiga fakultas masing-masing Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Pendidikan Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dan Fakultas Tekhnik (FT) tersebut mengaku optimistis dapat membawa nama baik Unram dikancah nasional. Hal itu mengingat LKTIN 2013 diikuti oleh seluruh universitas se-Indonesia. Sehingga demikian, selain untuk membuktikan kualitas mahasiswi-mahasiswi Unram dalam bidang akademik juga sebagai ajang promosi bagi Unram. Pasalnya, judul karya tulis ilmiah yang akan mereka persentasikan mengangkat citra Unram sebagai salah satu universitas kelas dunia (world class civiv university).
“dalam pemberitahuan yang kami terima lewat email, kami menjadi salah satu peserta yang masuk dalam 15 besar. Sehingga diundang untuk mempersentasikan hasil karya tulis ilmiah” terang ketua Tim Sri Hastuti kepada Suara NTB beberapa waktu lalu. Namun Tuti panggilan akrabnya menyayangkan sikap kampus yang tidak memberikan respon apa-apa. Padahal, kepergian ketiganya ialah untuk memperkenalkan Unram sebagai salah satu universitas kelas dunia dihadapan ratusan mahasiswa peserta dari seluruh Indonesia. “Proposal sudah kami ajukan, namun itu pun ditolak dengan alasan sudah tidak ada lagi anggaran” terangnya. Meski menghadapai kondisi demikian, dirinya dan kedua rekannya mengaku senang masiha ada yang peduli terhadap mereka. “Beberapa orang dosen urunan mengumpulkan uang untuk keberangkatan kami, selain tentunya kami bertiga menggunakan uang sendiri untuk berbagai keperluan selama keberangkatan”.
Sebelumnya, dikonfirmasi Suara NTB, Pembantu Rektor I Unram, Prof. Dr. Lalu Wirasapta Karyadi, mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan dan berupaya untuk membantu ketiga mahasiswi tersebut. (dys)

Tidak ada komentar: