Mataram- Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat akan meresmikan enam
Universitas Islam Negeri (UIN) baru untuk meningkatkan kualitas
pendidikan keislaman di Tanah Air.
Adapun enam IAIN yang akan diresmikan menjadi UIN itu
adalah IAIN Sultan Thaha Saifuddin di Jambi, IAIN Imam Bonjol di Padang,
IAIN Raden Bintang di Lampung, IAIN Sultan Maulana Hasanuddin di
Banten, IAIN Antasari di Banjarmasin, dan IAIN Mataram di Nusa Tenggara
Barat.
Pengembangan perguruan tinggi Islam dengan merubah status
IAIN menjadi UIN merupakan salah satu bentuk antisipasi, sekaligus
mengakomodasi lulusan madrasah dan pesantren.
Kepada Suara NTB di Mataram Sabtu (25/3), Direktur
Pendidikan Islam pada Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Nizar Ali
MAg., mengemukakan launching atau peresmian perubahan status enam IAIN
menjadi UIN tinggal menunggu waktu saja. Mengingat semua prosesnya sudah
selesai.
"Yang akan dikonversi menjadi UIN itu sudah di perpres.
Perkembangannya kemarin sudah diparaf semua, sekarang ada di Sesneg dan
akan segera Presiden meresmikan dalam waktu dekat," ujar Nizar Ali.
Selain akan meresmikan enam UIN, pemerintah juga tahun ini
akan meresmikan delapan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yang
akan berubah status menjadi IAIN.
"Progresnya kan sudah, paling tidak tahun ini ada enam IAIN
menjadi UIN termasuk IAIN Mataram, terus ditambah STAIN berubah menjadi
IAIN ada delapan," terangnya.
Mengenai kapan waktu pelaksanaan launching, Nizar Ali belum
mengetahui pasti kapan Presiden akan meresmikan. Tapi yang jelas dalam
waktu dekat semua Rektor PTKIN yang mengalami perubahan status akan
diundang resmi.
"Kan tidak diberikan begitu saja, ada seremonial diundang tinggal menunggu waktu yang akan menentukan kapan itu," tutupnya.
Sementara itu, Rektor IAIN Dr. H. Mutawali, M.Ag.,
menyambut baik informasi akan diresmikannya IAIN menjadi UIN oleh
Presiden. Meski belum mendapat informasi tertulis melainkan hanya dari
media dan Direktur Diktis Kemenag RI, Mutawali berharap launching dapat
segera dilakukan Presiden.
"Mudahan cepat selesai supaya lembaga kita lebih maju, kita
berharap secepatnya mungkin. Belum ada undangan peresmian, saya juga
belum tahu yang menegaskan tadi kan Pak Direktur," ujar Mutawali. ()
Tidak ada komentar:
Posting Komentar