KANGGOK'M TADAHN ?

Kamis, 13 April 2017

Perubahan Status Menjadi UIN Tinggal Tunggu Waktu


Mataram- Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat akan meresmikan enam Universitas Islam Negeri (UIN) baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan keislaman di Tanah Air.

Adapun enam IAIN yang akan diresmikan menjadi UIN itu adalah IAIN Sultan Thaha Saifuddin di Jambi, IAIN Imam Bonjol di Padang, IAIN Raden Bintang di Lampung, IAIN Sultan Maulana Hasanuddin di Banten, IAIN Antasari di Banjarmasin, dan IAIN Mataram di Nusa Tenggara Barat.

Pengembangan perguruan tinggi Islam dengan merubah status IAIN menjadi UIN merupakan salah satu bentuk antisipasi, sekaligus mengakomodasi lulusan madrasah dan pesantren.

Kepada Suara NTB di Mataram Sabtu (25/3), Direktur Pendidikan Islam pada Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Nizar Ali MAg., mengemukakan launching atau peresmian perubahan status enam IAIN menjadi UIN tinggal menunggu waktu saja. Mengingat semua prosesnya sudah selesai.

"Yang akan dikonversi menjadi UIN itu sudah di perpres. Perkembangannya kemarin sudah diparaf semua, sekarang ada di Sesneg dan akan segera Presiden meresmikan dalam waktu dekat," ujar Nizar Ali. 

Selain akan meresmikan enam UIN, pemerintah juga tahun ini akan meresmikan delapan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yang akan berubah status menjadi IAIN.

"Progresnya kan sudah, paling tidak tahun ini ada enam IAIN menjadi UIN termasuk IAIN Mataram, terus ditambah STAIN berubah menjadi IAIN ada delapan," terangnya.

Mengenai kapan waktu pelaksanaan launching, Nizar Ali belum mengetahui pasti kapan Presiden akan meresmikan. Tapi yang jelas dalam waktu dekat semua Rektor PTKIN yang mengalami perubahan status akan diundang resmi.

"Kan tidak diberikan begitu saja, ada seremonial diundang tinggal menunggu waktu yang akan menentukan kapan itu," tutupnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Dr. H. Mutawali, M.Ag., menyambut baik informasi akan diresmikannya IAIN menjadi UIN oleh Presiden. Meski belum mendapat informasi tertulis melainkan hanya dari media dan Direktur Diktis Kemenag RI, Mutawali berharap launching dapat segera dilakukan Presiden.
"Mudahan cepat selesai supaya lembaga kita lebih maju, kita berharap secepatnya mungkin. Belum ada undangan peresmian, saya juga belum tahu yang menegaskan tadi kan Pak Direktur," ujar Mutawali. ()

Tidak ada komentar: